Tuesday, December 6, 2016

Ternyata Mengajak Jalan-Jalan Istri, Pahalanya Lebih Besar Dari Sebulan I'tikaf di Masjid Nabawi? Ini Penjelasannya

Ternyata Mengajak Jalan-Jalan Istri, Pahalanya Lebih Besar Dari Sebulan I'tikaf di Masjid Nabawi? Ini Penjelasannya

MasyaAllah, Begitu indah Islam mengajarkan segala kebaikan, untuk umatnya. Bahkan dalam urusan rumah tangga begitu detailnya diterangkan bagaimana pahala bila suami mengajak jalan-jalan istri dengan perasaan Ikhlas dan bahagia.
Mungkin ada yang baru tahu, ternyata pahala menemani istri jalan-jalan bisa lebih baik dari pahala iktikaf di Masjid Nabawi selama sebulan penuh.

Apa yang anda dapatkan jika dengan ikhlas menemani seorang sahabat atau orang terdekat anda membeli barang barang kebutuhan sehari hari? Pasti banyak yang berfikir bahwa apa yang telah kita lakukan hanya berbalas pahala dan ucapan terima kasih saja.

Tapi jangan salah, keikhlasan kita tersebut ternyata diganjar pahala besar bahkan lebih besar dari yang kita pikirkan.

Rasullulah SAW bersabda;

"Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (muslim) di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ku (masjid Nabawi) ini selama sebulan."
(HR. Ath-Thabarani)

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah


berkata;

"Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting dari pada iktikaf, karena manfaatnya lebih menyebar, menfaat ini lebih baik daripada manfaat yang terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib)."

Bayangkan, ganjaran melebihi pahala beriktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh. Betapa mulianya kita jika ikhlas walau hanya sekedar menemani orang lain berjalan-jalan.

Maka apalagi ikhlas itu dilakukan kepada istri anda sebagai orang yang paling berhak anda bahagiakan di dunia ini.

Rasullulah SAW bersabda;

"Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya." (HR At-Thirmidzi)

Maka dahulukanlah istrimu dari pada teman-temanmu. Perhatikan keinginan dan temani istri dan anak-anakmu karena sebagaimana mereka adalah paling berhak mendapatkan kebaikan dari dirimu (suami).

Sekedar pergi menemani istri dan anak-anak berbelanja, jalan-jalan dengan rasa bahagia dan ikhlas dilakukan, ganjarannya pahala yang menanti bisa melebihi dari iktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.
Wallahu a’lam..

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi perhatian kita semua. Silahkan dibagikan agar makin banyak orang yang tahu. Indahnya saling berbagi ilmu yang bermanfaat, karena kebaikannya akan terus berlipat dan pahalanya akan terus mengalir sampai kita meninggal kelak.

Baca Juga :

Subhanallah..!! Penyanyi Marcell Siahaan Akhirnya Memeluk Islam, Berikut kisahnya Sampai Memeluk Islam, Bikin Mrinding

Subhanallah..!! Penyanyi Marcell Siahaan Akhirnya Memeluk Islam, Berikut kisahnya Sampai Memeluk Islam

Banyak artis yang memutuskan untuk pindah agama dengan alasan menjadi jati diri. Juga tak sedikit yang pindah agama demi cinta.
Seperti Marcell Siahaan, penyanyi berkepala plontos ini sudah beberapa kali berpindah keyakinan, mulai dari Kristen ke Budha kemudian terakhir diketahui mantan suami Dewi Lestari ini akhirnya memeluk agama Islam.
Dilansir Kapanlagi.com, Marcell mengaku, dirinya adalah seorang yang sering penasaran dan tipikal pencari. Termasuk urusan masalah spiritual. Tak peduli omongan kanan kiri, Marcell terus mencari apa yang terbaik untuknya.
“Saya tipe pencari dan mencari. Pencarian spiritual yang sendiri banget dan pencari yang personal hubungan antara saya dan yang maha kuasa. Saya tidak pernah kompromi dengan omongan orang. Terserah orang mau ngomong apa dan ini hidup saya. Bagi saya, saya akan terus mencari yang terbaik,” ungkapnya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (20/8) malam.
Banyak hal yang dilalui oleh penyanyi ini dalam proses pencarian tersebut. Lebih dari sekadar toleransi, Marcell justru mendapatkan ilmu dan mengajarkan sang anak mengenai kesetiaan dan tidak menghakimi apa yang dipercaya oleh orang lain.
“(Dari pencarian tersebut) Saya lebih apresiatif dengan banyak orang dan pilihan hidup, bukan hanya toleransi. Kita tidak perlu mengkritik dan jangan judge. Dan bagi saya lebih menantang mengajarkan anak saya untuk setia dengan apa yang mereka yakini tanpa judge orang lain,” pungkasnya.
Baca Juga :
Sumber: dream.co.id



Monday, December 5, 2016

Kisah: Wanita Ini Ta’at Beribadah Namun Tak Bisa Masuk Surga Hanya Karena ‘Menyepelekan’ Hal ini...

Kisah: Wanita Ini Ta’at Beribadah Namun Tak Bisa Masuk Surga Hanya Karena ‘Menyepelekan’ Hal ini...

Al-Kisah diceritakan, ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab menutupi auratnya.

Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab: “Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakan maupun menasihatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih.
Airnya kelihatan melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ada beberapa wanita di situ yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman.

Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut. “Assalamu’alaikum saudariku…” “Wa’alaikum salam…, selamat datang wahai saudariku…” “Terimakasih, apakah ini syurga?” Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah
tempat menunggu sebelum surga.”

“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini…” Wanita itu tersenyum lagi kemudian bertanya, “Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai sudariku?” “Aku selalu menjaga shalat, dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunnah. Alhamdulillah.”

Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang di
taman tadi mulai memasukinya satu per satu. “Ayo, kita ikuti mereka!” Kata wanita itu sambil setengah berlari. “Apa di balik pintu itu?” “Tentu saja surga wahai saudariku…”
Larinya semakin cepat. “Tunggu… tunggu aku…” Ia berlari sekancang-kencangnya, namun tetap tertinggal. Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Namun ia tetap saja tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.

Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan?” “Sama denganmu wahai saudariku…” Jawab wanita itu sambil tersenyum. Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan?” Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, “Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab, “Apakah engkau mengira bahwa Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke surga-Nya tanpa jilbab penutup aurat?” Kata wanita itu. Tubuh wanita itu telah melewati, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”
Ia tertegun… lalu terbangun… beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat Malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu.

Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan MENUTUP AURATNYA.
Allah SWT Berfirman “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al- Ahzab: 59)

Berjilbab adalah perintah langsung dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, lewat utusan-Nya yakni baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah Saw. Yang namanya perintah dari ALLAH adalah wajib bagi seorang hamba untuk mematuhi-Nya. Dan apabila dilanggar, ini jelas ia telah berdosa.
Semoga cerita di atas mengilhami bagi wanita yang belum berhijab. Karna berhijab bukan sekedar menjadi identitas seorang musimah saja tapi ini adalah kewajiban yang harus di kerjakan. Semoga bermanfaat buat semua. (sebarkanlah)


Baca Juga :










Sebelum ke Surga, Bayi 19 Minggu Ini Sempat Jumpa Sang Ibu selama 1 Menit, Ini Yang Sang Bayi Katakan!!

Sebelum ke Surga, Bayi 19 Minggu Ini Sempat Jumpa Sang Ibu selama 1 Menit, Ini Yang Sang Bayi Katakan!!

Ketika kita tahu akan datangnya seorang bayi dalam keluarga kita, pasti kita akan sangat bersuka cita menyambut kedatangannya. Tetapi jika dalam perut sang ibu, sang janin meninggal dunia, bagaimanakah perasaanmu mendengar berita tersebut? Sedih, marah, kecewa, semua bercampur jadi satu hingga kita bahkan tidak mampu menerima kenyataan tersebut.
Walter Joshua Fretz, merupakan bayi yang terlahir secara prematur di rumah sakit Kokomo, Indiana. Ia lahir saat usainya baru menginjak 19 minggu. Dalam dekapan sang ibu, tubuh Walter yang masih memerah hanya sempat bertahan dalam waktu satu menit. bahkan dia belum sempat merasakan indahnya dunia ketika dia harus kembali ke surga. Demikian dilansir dari Dailymail.

Sang dokter pun tidak mampu menyelamatkan nyawa bayi tersebut ketika dilahirkan secara premature. Dia hanya dapat bertahan selama beberapa menit karena organ di dalam tubuhnya tidak berkembang. Tetapi siapa menyangka dalam waktu sesingkat ini, keluarga yang ditinggalkan merasa pengalaman ini merupakan suatu mukjizat.
Ibu dari bayi prematur tersebut berkata, pada pagi tersebut, suaminya membawa anak perempuan mereka Michayla ke rumah sakit karena sang kakak ingin menemani sang adik yang akan lahir sebentar lagi. Michayla yang sudah tidak sadar menyambut sang adik selalu bertanya tentang adiknya.

Sang ibu pun dengan miris mengatakan bahwa Tuhan telah membawa adiknya kembali ke surga bersama-Nya.

Hanya rasa sedih yang ia dapatkan saat melihat kondisi sang adik yang tak sempurna. Semakin hancur hati Michayla saat ibu berkata "Adik sudah bahagia bersama bidadari surga".
Walaupun ini hal yang sulit dijelaskan kepada seorang anak kecil, tetapi gadis kecil itu mengerti kejadian yang barusan terjadi. Kehadiran Walter yang begitu singkat membuat keluarga kecilnya merasa bahagia karena dapat bertemu malaikat kecil itu sebentar saja. Dokter dan suster yang membantu persalinan Walter turut meneteskan airmata saat kepergian bayi malang itu.


Baca Juga :







Merinding !!! Cerita Aneh Dan Kisah Dahsyat Dari Ulama Ciamis Dibalik Aksi Jalan Kaki Untuk Aksi 212 Yang Tak Masuk Akal..!

Merinding !!! Cerita Aneh Dan Kisah Dahsyat Dari Ulama Ciamis Dibalik Aksi Jalan Kaki Untuk Aksi 212 Yang Tak Masuk Akal..!

"Allahu Akbar...Allahu Akbar..Allahu Akbar!"

Takbir itu menggema ketika master of ceremony menyebut nama Ciamis. Nama
Ciamis belakangan memang menjadi primadona.
Ciamis jadi primadona tentu saja. Aksi jalan kaki yang dilakukan oleh ulama, para santri dan muslim Ciamis, Jawa Barat memang menggetarkan jiwa orang yang beriman. Memukau dan menimbulkan keharuan. Dan akhirnya mereka pun sampai di Monumen Nasional, Jakarta untuk mengikuti aksi super damai 212 pada Jumat (2/12/2016) ini.

Ternyata ada banyak hikmah dan rahasia yang didapatkan. Tentang hal itu, perwakilan ulama yang merupakan ketua kafilah longmarch Ciamis pun membeberkannya di panggung aksi 212 tadi pagi.
"Yang pertama, karena hati-hati kami tertarik kuat dengan magnet al-Quran," kata alumni pondok pesantren Miftahul Ulum itu.

Sebelum berangkat, ia dan beberapa muslim Ciamis bermusyawarah dengan kiai,  bus yang akan mereka tumpangi menghadapi kendala dengan perusahaan otobus (PO).

"Tidak bisa dengan bus, maka kami memutuskan jalan kaki. Karena kami masih punya kami. Soal jalan itu bukan hoax, tapi ini karena Ahok!" katanya.

Manusia diciptakan Allah Swt, kata dia, untuk bergerak maka bergeraklah meski dengan kaki. "Kita tidak boleh bertopang dagu meski musuh datang silih berganti!" ujarnya.
Mereka pun terkumpul 10 ribu orang lebih meski pada akhirnya ada beberapa yang berhenti. Rombongan sempat beristirahat di beberapa tempat dan juga disambut dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Kang Aher.

"Kami pun disambut dengan baik oleh Aher, gubernur yang sholeh dan alim itu," ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) saja ketika jalan kaki tidak boleh lebih dari  60 kilometer karena mengganggu fisik sementara para peserta Ciamis lebih dari itu dan baik-baik saja.  Sepanjang jalan mereka menemukan banyak orang baik yang mau membantu
"Saya meyakini bahwa ternyata Indonesia punya modal besar untuk persatuan. Saya terharu sepanjang jalan banyak menyediakan makanan dan minuman bahkan ada dalam truk. Ketika umat Islam bergerak, mereka akan menjadi arus utama," ujarnya.

Ia berpesan kepada Kapolri Tito Karnavian untuk tidak takut dengan siapapun, "Pak Kapolri jnngn takut, kami umat Islam ada di belakang pak Kapolri!"tegasnya.
Setelah menyampaikan pesan itu, Ciamis pun mendapatkan penghargaan dari pengurus Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Baca Juga : 





Sumber : news.bersamadakwah.net
 

Tersebut Nasehat Rasulullah, Yang Harus Mencuci Baju Itu Para Suami, Bukanlah Istri - Tolong BAGIKAN...!!


Tersebut Nasehat Rasulullah, Yang Harus Mencuci Baju Itu Para Suami, Bukanlah Istri - Tolong BAGIKAN...!!

Empat nasehat Rasulullah SAW untuk beberapa suami tentang pekerjaan membersihkan baju yang terdapat dalam buku ciptaan Syaikh Fuad Shalih yang berjudul Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj.

Syaikh Fuad terasa mesti mencantumkan hadits ini supaya beberapa suami selekasnya mengerti supaya tidak selamanya menuntut istri menghadirkan yang paling baik untuk dianya, demikian sebaliknya ia harus juga menghadirkan yang paling baik untuk istrinya.

Empat nasehat ini begitu mengajarkan suami untuk jadi yang paling baik dirumah.

Tersebut empat nasehat yang di sampaikan Rasulullah SAW :

 Cuci Bajumu
Saran pertama ini mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama ada pada sistem. Dimensi ke-2 terdapat pada akhirnya.

Sebagai satu sistem, “cucilah bajumu” bermakna sharing dengan istri dalam merampungkan pekerjaan-pekerjaan di rumah, terutama untuk keluarga yg tidak mempunyai pembantu rumah tangga.
Membersihkan pakaian tak dibebankan pada istri saja, namun suami harus juga mengerjakannya. Baik membersihkan dengan tangan ataupun dengan mesin pencuci.

Rencana sharing pekerjaan berikut yang di sampaikan oleh Rasulullah. Meskipun beliau yaitu Nabi, pemimpin negara, qiyadah dakwah serta panglima perang, beliau senantiasa meluangkan diri untuk menolong istri-istrinya merampungkan pekerjaan rumah tangga.
Diliat dari dimensi hasil, “cucilah bajumu” bikin suami tampak dengan baju rapi serta tampak menjengkelkan di depan istrinya.

Cukup banyak suami tak memerlukan penampilan yang rapi dihadapan istrinya, terutama saat malam tiba. Demikian sebaliknya, ia senantiasa menuntut istrinya tampak sempurna dihadapannya, kenapa ia tak menuntut dianya lakukan hal yang sama?

Di dalam Islam senantiasa menjunjung keadilan bukan? Kita beberapa suami kadang-kadang belum juga mengerti kalau wanita itu tidak selamanya mencurahkan perasaannya pada suami.

Ia kadang-kadang menyimpannya di hati serta berupaya menyabarkan diri. Waktu kita beberapa suami dengan gampang menyampaikan “Pakailah pakaian yang indah”, beberapa istri cuma menahan sabar lihat kita menghampirinya dengan pakaian berbau maupun kusut.
Mari kita mengawali berupaya mengubah itu semuanya

untuk istri yang berupaya senantiasa jadi sosok wanita hebat di depan beberapa suami.

 Atur rambutmu
Saat pergi kerja, saat akan syuro, saat ingin isi pengajian, kita beberapa lelaki yg tidak sukai berdandan. Baiknya, minimum kita membereskan rambut.


" Serta waktu cuma berdua dengan istri, kenapa kita tak lakukan hal yang seperti itu? Kenapa kita memprioritaskan orang lain dari pada istri kita sendiri? Walau sebenarnya bebrapa rekanan kerja kita tak pernah memasakkan kita?

Rekan-rekan kita juga tidak dapat menjaga kita saat tengah sakit. Yang setia temani, yang setia menjaga tidakkah tak lain yaitu sosok istri. Serta tak ada orang lain yang dapat menghangatkannya di saat kedinginan tetapi istrinya sendiri. Lantas kenapa kita sebagai suami malah tidak dapat tampak rapi waktu bersamanya?


 Gosoklah gigimu
Bau mulut yaitu satu hal yang mengganggu komunikasi serta jadi pembatas kedekatan. Sewaktu seseorang suami tidak suka pada istrinya keluarkan bau waktu ia bicara, sebaliknya istripun sesungguhnya tidak suka pada bila suaminya menghampirinya dengan bau yang tidak enak.
Yaitu junjungan kita yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiap-tiap bakal masuk tempat tinggal, beliau bersiwak terlebih dulu.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Bunda Aisyah jadi saksi rutinitas Rasulullah ini. Saat di tanya, “Apa yang dikerjakan pertama kalinya oleh Rasulullah bila dia masuk tempat tinggalnya? ” Beliau menjawab : ”Bersiwak”.
Jadi sungguh saran ini mesti ditangani oleh beberapa suami. Sebaiknya ia rajin bersiwak atau menggosok-gosok giginya.
Bila berduaan dengan istri, yakinkan telah gosok gigi. Yakinkan tidak ada bau yang mengganggu. Sampai sharing juga jadi mengasyikkan. Sampai berduaan juga jadi penuh kemesraan.

Serta kian lebih itu, menggosok-gosok gigi atau bersiwak menghadirkan dua kebaikan. Kebersihan serta kesehatan mulut, dan menghadirkan keridhaan Tuhan. “Bersiwak itu bersihkan mulut serta bikin Tuhan ridha” (HR. Al Baihaqi serta An Nasa’i).
Berhiaslah untuk istrimu

Beberapa teman dekat Nabi yaitu suami-suami yang paling depan dalam mengamalkan saran ini. Ibnu Abbas menyampaikan, “Aku sukai berhias untuk istriku seperti saya sukai istriku berhias untukku. ”

Kenapa sekian, lantaran Ibnu Abbas meyakini, “Sesungguhnya berhiasnya suami dihadapan istrinya bakal menolong istri menundukkan pandangannya dari lihat lelaki terkecuali suaminya. Berhiasnya suami dihadapan istrinya juga semakin mendekatkan hati keduanya. ”
Bila beberapa teman dekat yang repot berdakwah serta berjihad tak lupa berhias untuk istrinya, bagaimana dengan kita? Mudah-mudahan dapat meneladani mereka.



Banyak Yang Menangis Setelah Membaca Kisah Ini, Pengorbanan Seorang Ibu Untuk Anak Yg Sangat Mengharukan. [Beruntunglah Bagi Yang Masih Memiliki Ibu]

Banyak Yang Menangis Setelah Membaca Kisah Ini, Pengorbanan Seorang Ibu Untuk Anak Yg Sangat Mengharukan. [Beruntunglah Bagi Yang Masih Memiliki Ibu]

Suatu cerita lama yang pantas dibaca dan direnungkan berkali- kali begitu seharusnya ibu kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibu kita dstnya Peristiwa ini berlangsung di satu kota kecil di Taiwan, tahun berapa sudah lupa. Dan pernah dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seseorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). 

Dia anak yg cerdas, rajin serta cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe-cewe yang kenal dia. Baru satu tahun lebih lulus dari kuliah dan bekerja di satu perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya juga lumayan. Rumahnya tidak terlalu jauh dari kantor. 

Type orangnya yang humoris serta gaya hidupnya yang simpel membuat banyak bebrapa rekanan kantor suka bergaul dengan dia, terutama dari kelompok cewe-cewe jomblo. Bahkan juga putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menyimpan perhatian spesial pada A be. 

Di tempat tinggalnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya cuma tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini benar-benar seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan juga jarang keluar dari kamarnya bila tidak ada keperluan penting. 

Wanita tua ini tidak lain yakni Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melaksanakan pekerjaan routine seperti ibu rumah-tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (gunakan mesin pencuci) dsb. Juga selalu berikan perhatian yang besar pada anak satu-satunya A be. Tetapi A be yaitu seseorang pemuda normal seperti anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. 

Setiap kali ada teman atau kolega business yang ajukan pertanyaan siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak miliki saudara, jadi saya tampung, kasihan. ” jawab A be. Hal semacam ini pernah terdengar dan di ketahui oleh sang Ibu. Pastinya ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam kehidupannya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. 

Hari untuk hari kemurungan sang Ibu makin parah. Satu hari ia jatuh sakit cukup kritis. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci baju, menyiapkan seluruhnya keperluan keseharian yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus mempersiapkan obat-obatan untuk sang Ibu sebelum dan sesudah pulang kerja (di Taiwan susah sekali mencari pembantu, jikalau ada mahal sekali). Hal semacam ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah. 

Ketika ia mencari suatu hal dan mengacak-acak lemari ibunya, A be lihat satu box kecil. 
Di dalam box cuma ada satu foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti sangkaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seseorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan mengenai seseorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang telah mengepung tempat tinggal. 

Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walaupun telah usang, A be cukup dewasa untuk tahu siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang disebut dalam potongan koran itu. Dia yaitu Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang ini terbaring sakit tak berdaya. 

Spontan air mata A be menetes keluar tanpa dapat dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang itu, A be segera bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia minta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun turut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. “Yang lalu ya sudah nak, Ibu sudah maafkan. Janganlah di ungkit lagi”.

Setelah ibunya  sembuh, kini A be bahkan berani membawa Ibunya berbelanja ke supermarket. 

Meskipun jadi fokus perhatian beberapa orang, A be tetap cuek bebek. Lalu peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa cerita ini dalam media cetak dan elektronik. 

Teman-teman yang masih miliki Ibu (Ibu atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera memohon maaf padanya. Selagi masih ada waktu ya.